konten lokal pentingkah?
Sabtu kemaren tanggal 13 Desember 2008, KITAKLIK event Organizer kerja bareng detik Bandung membuat acara talkshow Lokal Konten Pentingkah? yang didukung oleh Telkom Speedy, Telkom Flexi dan Qwords, diskusi santai ini bertempat di Lombok 33 markasnya Detik Bandung, menghadirkan pembicara yang tidak asing lagi yaitu, Mas koen mewakili Blogger, Rendy Maulana dari Qwords, dan Mas Donny BU dari Detik.com, meskipun pesertanya tak terlalu banyak dan bertempat di sebuah garasi, namun isi dari diskusi ini sangat menarik.
Mas koen dengan presentasi tentang conceptual age, Rendy menjelaskan contoh lokal konten dan Mas Donny dengan hasil surveynya, menggamabrkan bahwa anak kelas 4 SD di Singapura sudah bisa membuat film animasi dengan peralatan komputer canggih, tapi kita tak kalah, pernah sekelompok anak jalanan diberi pelatihan komputer dengan bermodalkan komputer 386 bekas (Duh jadi inget waktu muda
) bisa membuat gambar - gambar digital yang bagus, apa jadinya bila dibalik, anak - anak jalanan tadi diberi peralatan canggih seperti anak SD di Singapura tersebut, laporan hasil diskusi juga bisa dilihat di situs detik Bandung Konten Lokal Modal Dengkul
Sebenarnya pasar konten di INdonesia sangat terbuka lebar, contohnya di Bandung sendiri yang fanatik sepakbola terutama kesebelasan PERSIB, sanagt banyak sekali orang yang mencari informasi tentang klub kesayanagnya itu, meskipun ini hanya berlaku pada orang yang memang segmennya penggemar sepakbola, masih banyak lagi bidang - bidang lain yang menjadi potensi, salah satunya konten musik, menurut survey, kebanyak orang di dunai cyber mencari konten music, jika ada dari kita yang kreatif untuk mengembangkan suatu konten yang menarik dan tidak kalah dengan produk luar, niscaya konten kita akan lebih berjaya
Di sana juga hadir seorang calon PhD asal Jepang Tsukasa Iga yang sedang melakukan riset di Indonesia, senang sekali bisa ngobrol dengan beliau, karena sudah pernah tinggal di Malaysia selama 2 Tahun, maka kendala bahasa pun tidak terlalu menjadi masalah (tapi gini2 gw juga bisa bahasa NIhonggo, biarpun cuma sebatas ohayo, ogenki desu ka ama aishiteru) dan acara pun diakhiri dengan foto - foto bareng
